Page 14 - EXPOSEMEDIA.ID -- Edisi Selasa, 21 April 2020
P. 14
EXPOSEMEDIA 14
DIGITAL
NEWSPAPER
Edisi
Selasa,
21
April
2020
J.H.
Abendanon
yang
saat
itu
Proteschky
(ed.),
Photography,
Oleh
karena
itu,
buku
tersebut
menjabat
sebagai
Menteri
Modernity
and
the
Governed
in
tidak
sekedar
biografi,
tetapi
Pendidikan
dan
Industri
Hindia- Late
Colonial
Indonesia
sebuah
karya
historiografi
Belanda. (University
of
Amsterdam
penting
tentang
Jawa
dan
Press,
Amsterdam,
2015). Indonesia
pada
masa
kolonial
Isi
surat-surat
Kartini
telah
dengan
Kartini
dan
surat-
m e n g i n s p i r a s i
b a n y a k
Selain
ditulis
oleh
penulis- suratnya
sebagai
jendela.
kalangan.
Hal
ini
terbukti
penulis
asing,
kajian
tentang
dengan
diterjemahkannya
Kartini
juga
dapat
ditemukan
Dengan
kata
lain,
Pram
berhasil
surat-surat
itu
ke
dalam
dalam
bahasa
Indonesia,
menjadikan
Kartini
dan
surat-
Bahasa
Inggris
oleh
Agnes
Jawa,
dan
Sunda.
suratnya
sebagai
jendela
untuk
L o u i s e
S y m m e r s
p a d a
melihat
apa
sesungguhnya
Desember
2010
di
bawah
judul
Pada
1922
misalnya,
Armijn
yang
terjadi
dalam
sejarah
Letters
of
a
Javanese
Princess. Pane
(salah
seorang
sastrawan
Indonesia
pada
akhir
abad
ke-
pelopor
Pujangga
Baru)
19
hingga
awal
abad
ke-
Selepas
terjemahan
ke
dalam
m e n e r j e m a h k a n
D o o r
2 0 . D a l a m
b a b
p e r t a m a
Bahasa
Inggris,
kita
masih
Duisternis
tot
Licht
(Dr.
J.H.
misalnya,
Pram
menulis
menjumpai
banyak
karya-karya
Abendanon)
ke
dalam
Bahasa
bagaimana
kondisi
Jawa
yang
akademis
dengan
subjek
Melayu
dengan
judul
Habis
s e m a k i n
m i s k i n
a k i b a t
Kartini.
Dr.
Joost
Coté,
peneliti
Gelap
Terbitlah
Terang:
Boeah
kolonialisme
dan
berbagai
senior
dalam
bidang
sejarah
di
Pikiran.Pada1938,
buku
yang
perubahan
yang
terjadi
saat
Universitas
Monash
Australia,
diterbitkan
oleh
Balai
Pustaka
memasuki
periode
liberal.
m e n u l i s
b a n y a k
k a r y a
itu
kembali
diterbitkan
dalam
tentangnya.
format
yang
berbeda.
Buku
itu
Dalam
bagian
lain,
Pram
sangat
populer,
sehingga
harus
mengetengahkan
bagaimana
Pada
Maret
2016,
Coté
diterbitkan
sebanyak
sebelas
Kartini
memandang
dunia
menerbitkan
sebuah
tulisan
di
kali.
pribumi.
Di
rumahnya,
Kartini
Dutch
Crossing:
Journal
of
Low
memang
hidup
berkecukupan
Country
Studies,
dengan
judul
Pada
2005,
Balai
Pustaka
tetapi
di
luar
rumahnya
Kartini
Female
Colonial
Friendships
in
kembali
menerbitkan
karya
menyaksikan
kemiskinan
dan
Early
20th
Century
Java:
Armijn
Pane
tersebut.
Satu
kemelaratan.
E x p l o r i n g
N e w
karya
tentang
Kartini
yang
tidak
Correspondence
by
Kartini's
dapat
diabaikan
adalah
Panggil
Berbagai
kajian
tentang
Kartini
Sisters. Aku
Kartini
Saja
yang
ditulis
menunjukkan
bahwa
ia
tidak
oleh
Pramoedya
Ananta
Toer.
h a n y a
m e n j a d i
t o k o h
Dua
tahun
sebelumnya
(2014),
Pram
menulis
buku
ini
antara
e m a n s i p a s i
w a n i t a
Coté
telah
mengedit,
membuat
tahun
1956-1961
sebanyak
4
(sebagaimana
yang
sering
p e n d a h u l u a n ,
d a n
jilid.
didengung-dengungkan),
menerjemahkan
sebuah
buku
Namun
demikian,
saat
Orde
tetapi
telah
menjadi
oase
ilmu
tentang
Kartini
yang
hampir
Baru
berkuasa
buku
ini
dibakar
pengetahuan
yang
tidak
mencapai
seribu
halaman
dan
hanya
2
jilid
yang
berhasil
pernah
kering.
dengan
judul
Kartini:
the
d i s e l a m a t k a n .
B u k u
i n i
Complete
Writings,
1898- menarik,
lantaran
tidak
hanya
O l e h
k a r e n a
i t u ,
a g a k
1904.
menerjemahkan
surat-surat
menyesakkan
menyaksikan
Kartini,
tetapi
menjelaskan
-- apa
yang
dilakukan
oleh
Setahun
kemudian,
Coté
juga
bagaimana
dan
mengapa--
b a n y a k
k a l a n g a n
s a a t
menyumbang
satu
bab
tentang
konteks
sejarah,
sosial,
dan
datangnya
Hari
Kartini
dengan
Kartini
yang
berjudul
Reversing
budaya
saat
itu
mempengaruhi
ramai-ramai
menukar
baju
the
lens:
RA
Kartini
and
the
K a r t i n i
y a n g
k e m u d i a n
dengan
kebaya,
sanggul,
atau
ethnographic
turn'
dalam
S. tercermin
dari
surat-suratnya. karnaval.
Lebih
menyesakkan

