Ini Penjelasan Sejumlah Kepsek Terkait Perjalanan Tugas ke Medan

EXPOSEMEDIA, MANADO—Sejumlah Kepala Sekolah di Kota Manado, mendapat Surat Tugas dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Bart Assa untuk mengikuti rangkaian kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan. Sayangnya, perjalanan tugas tersebut menimbulkan pemberitaan negatif bahwa perjalanan ke Kota Medan di tengah pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang kacau.

Hal ini membuat sejumlah Kepala Sekolah menanggapi dan memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan informasi yang beredar.  “Sebelumnya, beredar foto kami di Bandara Singapura dan memunculkan anggapan bahwa kami melakukan perjalanan wisata ke luar negeri saat proses SPMB sedang berlangsung. Namun perlu kami jelaskan bahwa, keberadaan kami di Bandara Singapura hanya bagian dari transit penerbangan menuju Medan,” ucap Kepsek SMP 1, Rahmat Manggopa.

Rahmat menambahkan, Rute tersebut dipilih setelah mempertimbangkan efisiensi anggaran perjalanan dinas, serta jadwal penerbangan yang memungkinkan kami tiba tepat waktu. “Jadi, foto yang beredar tersebut diambil saat kami berada dalam masa transit. Kami memahami dokumentasi tersebut dapat memunculkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf apabila menimbulkan kesalahpahaman. Namun kami tegaskan bahwa tujuan perjalanan kami tetap ke Kota Medan sesuai penugasan yang diberikan,” tegasnya.

Baca Juga:  Direktur Eksekutif Migrant Watch: BP2MI dan TETO Happy Ending

Rahmat juga memastikan, perjalan tugas tersebut tidak mengganggu pelayanan pendidikan di sekolah masing-masing. “Selama menjalankan tugas dinas, kewenangan kepala sekolah telah didelegasikan kepada pejabat yang ditunjuk sesuai ketentuan, sementara seluruh tahapan SPMB tetap dijalankan oleh panitia sekolah, operator, verifikator, serta tim yang telah dibentuk,” ucapnya.

Rahmat juga menyesalkan munculnya penilaian bahwa akibat perjalanan tugas mereka pelaksanaan SPMB di Kota Manado berubah kacau. “Anggapan ini tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang terjadi di lapangan. Justru penyelenggaraan SPMB tahun ini telah menerapkan aplikasi Teman Baru sebagai sistem baru yang dirancang untuk meningkatkan objektivitas, transparansi, akuntabilitas, sekaligus meminimalkan potensi intervensi dalam proses penerimaan peserta didik baru,” terangnya.

Baca Juga:  PROFETOLOGI

Lanjutnya, memang pada tahap awal implementasi masih ditemukan sejumlah kendala teknis sebagaimana lazim terjadi dalam penerapan sistem baru. Namun, kendala tersebut terus dievaluasi dan disempurnakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado bersama tim pengembang aplikasi. “Seluruh sekolah tetap membuka layanan help desk dan pendampingan bagi orang tua maupun calon peserta didik baru selama proses pendaftaran berlangsung agar setiap kendala dapat segera ditangani,” beber Rahmat.

Rahmat juga mengatakan mewakili para kepala kepala sekolah kami berharap masyarakat dapat melihat seluruh proses SPMB secara utuh berdasarkan fakta di lapangan. “Kritik dan masukan yang membangun akan menjadi bagian penting dalam upaya penyempurnaan layanan pendidikan di Kota Manado. Kami tetap berkomitmen menjalankan amanah sebagai kepala sekolah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik, orang tua, dan masyarakat,” pungkas Rahmat.(ale/*)

Baca Juga:  Lagi Asyik Ngopi, Anies Didatangi Pendeta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *