PROFETOLOGI

Sosok yang sederhana

Oleh ReO, Filsiwan

Di awal 1980-an keranjingan saya membaca dan meminjam buku-buku di perpustakaan Unsrat (dulu di depan Fakultas Ekonomi), sering bersua dengan seorang pustakawan. Dengan rambutnya yang klimis ia suka menyapa saya dan senang berdiskusi ringkas kadang menyisipkan bahasa Jerman. Pustakawan ini bernama Dantje Mumek MTh.

Setelah lama tak bersua dan tak lagi tahu rimbanya, Dantje pernah beberapa kali bersua dengan saya di kawasan ekokuliner Jalan Roda (Jarod). Meski masih saling sapa dan masih dengan rambut klimisnya dan selipan konversasi bahasa Jerman, ia tak pernah memaksa saya untuk berdialog lama-lama. Padahal, tanpa saya duga ia seorang “seeking truth” dalam soal teologi. Buktinya, ia telah menyelesaikan master teologinya di STAKEN(kini IAKN).

Kabar mutakhir pekan ini, sebuah blog youtube Mualaf Center Aya Sofia menayangkan dialog Dantje Mumek MTh. bersama Kristolog Agustinus Christopher Kainama soal Yesus dalam Injil. Dialog yang sarat dengan hasrat “seeking truth”, menurut saya pahami, bukan hendak menafikan pandangan teologi yang diyakini, dipahami dan dianut masing-masing pihak. Apalagi, hanya untuk tujuan saling menyalahkan keyakinan antara para pihak.

Jika sedikit merefleksikan dialog itu secara utuh, apa yang bisa dipahami secara lebih substantif, obyektif dan dialogis, bukanlah keyakinan teologi (monoteisme) yang dipercakapkan. Tapi, sejatinya semua agama itu berpusat pada tiga substansi pokok: Tuhan (Adonai) nabi (prophete) dan firman (logos).

Tak ada cara lain untuk memahami dan menjembatani dialog untuk “seeking truth” itu selain via profetologi. Hanya dengan menjelajahi apa yang dimaksud ”The Idea of the Holy” (gagasan sakral) Rodolf Otto (1869-1937), phophetology bisa menjadi dasar untuk mendalami serta menghayati hakikat Tuhan dan firmannya.

Trilogi Tuhan, nabi dan firman satu-satunya sumber yang bisa menguak tabir sejarah semua umat beragama. Jika trilogi benar-benar ditekuni, menjadi mualaf (konversi) itu bukah perkara pencaharian semata. Tapi, sepenuhnya hidayah tak terduga. (**)

Baca Juga:  Kadis Pora Tonny Mamahit Buka Workshop Askot PSSI Manado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *