BP2MI Berangkatkan 204 PMI ke Korsel, Jerman dan Polandia

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani saat sambutan

JAKARTA – Setelah sukses melakukan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), di tahun 2022. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), di awal tahun 2023 juga telah beberapa kali melakukan Pelepasan PMI ke sejumlah negara.

Senin, (16/1/2023), Kepala BP2MI, Benny Rhamdani melepas 204 PMI. Mereka akan diberangkatkan di 3 negara. Menurut Benny upaya pelindungan, dan penempatan PMI terus menjadi prioritas negara. Dengan begitu dalam dimensi sosial, hukum, serta ekonomi PMI benar-benar diberikan negara.

‘’Hari ini kita berangkatkan 130 PMI ke Korea Selatan (Korsel), dan 8 PMI diberangkatkan ke Jerman dengan program G to G. Tidak hanya itu, 66 PMI melalui skema P to P dilepas negara melalui BP2MI untuk menuju ke Polandia. Totalnya 204 PMI. Pelindungan 3 dimensi serius diberikan negara terhadap PMI,’’ ujar Benny saat memberikan sambutan dalam acara Pelepasan pemberangkatan PMI, di hotel el-Royal Jakarta Utara.

Baca Juga:  Sukses Tandatangani MoU, BENNY Rhamdani Ingatkan Bahaya Penempatan Ilegal PMI

Politisi partai Hanur itu memaparkan pula tentang apa saja keseriusan negara dalam menempatkan PMI sebagai Pahlawan Devisa dan warga VVIP. Menurut Benny, kalai dicek ke belakang, tata kelola, praktek penempatan PMI di Indonesia tidak seperti saat ini di era kepemimpinannya Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia.

‘’Kalau jarum jam bisa diputar mundur, kalian akan menemukan dan tahu bahwa dahulu penempatan PMI tidak seperti sekarang. Di era Presiden Jokowi, PMI begitu dimuliakan. Kalian Pahlawan Devias, pejuang keluarga, diperlakukan terhormat dan istimewa, PMI menjadi warga VVIP. Inilah bukti keberpihakan negara,’’ kata Benny.

Benny yang juga pernah memimpin GP Ansor Provinsi Sulawesi Utara 2 periode itu menyebutkan usaha menertibkan LPK atau Lembaga Pelihatan Kerja yang memeras PMI dengan alasan uang terima kasih tengah diperangi BP2MI. Benny mengatakan tak ada lagi praktek jahat yang memberatkan PMI. Perbaikan fasilitas dilakukan, juga disertai dengan perbaikan pelayanan birokrasi di BP2MI.

Baca Juga:  UPT BP2MI Manado Intenskan Sosialisasi Target Lahirkan PMI di Jepang yang Profesional  
Proses pelepasan PMI

‘’LPK nakal yang sering meminta uang terima kasih kepada calon PMI, akan kita sikat. Sementara sedang saya tugaskan jajaran untuk menertibkan. Silahkan PMI, kalian yang mengetahui segera laporkan ini kepada saya langsung. Pasti saya tindak tegas pelakukan. Ada perusahaan yang bermain, pasti diberikan sanksi tegas. Saya tak mau main-main. Karena negara sedang serius mengurusi nasib PMI,’’ tutur Benny.

Sikap negara menempatkan PMI begitu spesial ditandai dengan berbagai kebijakan. Benny juga menyampaikan beberapa terobosan BP2MI dalam hal menggodok kerja sama untuk pembangunan rumah murah bersubsidi untuk PMI, pembebasan barang masuk bagi PMI, tengah dilakukan BP2MI.

Baca Juga:  Gas, Kepala BP2MI Minta Pemerintah Taiwan Cabut Biaya yang Memberatkan PMI

‘’Selain Lounge PMI, Help desk, Fast track, Klinik migran, KTA, KUR, Ambulance, Command center, Kredensial, dan yang lainnya. Sekarang saya sedang memprakarsai PMK agar digratiskan bea masuk barang milik PMI, kemudian perumahan murah bersubsidi bagi PMI. Transformasi besar terus dilakukan BP2MI,’’ papar Benny.

Hadir dalam kegiatan Pelepasan PMI kali ini adalah Wakil Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk federal Jerman, Yul Edison, dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Warsawa, Republik Polandia, Anita Lidya yang juga ikut memberikan sambutan motivasi secara daring. Para Deputi, Direktur, dalam Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau BP3MI se-Indonesia juga ikut hadir. (Amas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *