Saiful Mujani: Sama-sama Politis, Tapi Harus Beradab

Prof. Saiful Mujani

EXPOSEMEDIA, Jakarta – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Prof. Saiful Mujani memberikan komentar terkait pemilihan Rektor di UIN Jakarta. Melalui akun twitter @saiful_mujani menjawab respon Kemenag soal prosedur pemilihan rektor UIN. Link respon Kemenag ada di bawah utas.

1. Respon terhadap respon Kemenag cq Dirjen Pendidikan Islam tentang pemilihan rektor UIN. Dikatakan pemilihan rektor oleh senat politis, tidak akademik. Itu tidak benar.

2. Kalau pemilihan rektor oleh senat dinilai politis, apa pemilihan rektor oleh tim seleksi yang ditentukan Menag tidak politis? Apakah keputusan siapa yang dipilih jadi rektor oleh menag tidak politis? Semuanya pasti politis, oleh senat maupun Menag. Isu politis tidak relevan.

Baca Juga:  SaMola Fc Siap Bobol Jala Jarod United di Laga Persahabatan AMS

3. Pemilihan rektor oleh seorang diri Menag maupun senat sama politik dalam skala kementrian dan kampus. Bedanya, pemilihan oleh Menag sendiri jahiliyah: tak beradab, bertentangan dengan nilai2 masyarakat terpelajar/kampus yang mengedepankan partisipasi dari bawah dalam memilih pemimpin.

4. Pemilihan rektor oleh senat beradab karena mengedepankan norma-norma komunitas terpelajar: partisipasi, transparan, kompetitif, berdebat, konsensus atau voting dengan suara terbanyak. Nilai-nilai ini tidak ada di dalam prosedur pemilihan rektor yang berlaku sekarang di Kemenag.

5. Senat dilibatkan hanya untuk inventaris nama-nama calon dan administrasi. Memang ada penilaian kualitatif tapi tidak menentukan karena senat tidak punya hak pilih. Dalam aturan Kemenag sekarang tidak ada mekanisme kontrol bahwa penilian itu diterjemahkan ke dalam keputusan akhir.

Baca Juga:  Boltim: Viral di Medsos, Bawaslu Usut Dugaan Money Politic Oknum Tim Paslon

6. Dalam pemilihan rektor UIN Jakarta sekarang, ada 17 nama calon. Semuanya harus diserahkan ke Kemenag. Senat tidak punya suara misalnya hanya untuk mengerucutkan nama dari 17 ke 10 misalnya. Tidak ada aturannya di Kemenag.

7. 17 calon itu akan diseleksi oleh tim Kemenag? Siapa yg memilih tim ini? Kemenag. Mereka profesor semua dan bukan orang sembarangan? Apakah mereka lebih tahu UIN Ciputat dibanding anggota Senat UIN sendiri? Kami Senat di UIN Ciputat juga puluhan profesor.

8. Profesor kami di Senat ini komponen utama yang membuat UIN Ciputat salah satu yang terbaik selama ini, atau bahkan yang terbaik sepanjang sejarah UIN dan Depag/Kemenag. Apakah suara mereka ini tidak layak dihargai?

Baca Juga:  Diduga Melakukan Pelecehan Seksual, MM Oknum Anggota DPR RI Langgar Kode Etik

9. Dikatakan bhw proses pemilihan rektor di kampus menimbulkan konflik. Konflik itu bagian dari masyarakat beradab & punya mekanisme untuk mengatasinya. UIN Ciputat tidak punya record konflik pemilihan rektor tak terselesaikan secara beradab sepanjang sejarahnya. Umumnya UIN lain juga.

10. Memang ada IAIN/STAIN di bawah Depag/Kemenag punya masalah dalam pemilihan rektor, tapi sangat sedikit kasusnya. Tidak bisa jadi dasar untuk membuat kebijakan nasional. Tangani saja kasus per kasus. Wallahu a’lam bishawab. (*/Redaksi)

*Prof. Saiful Mujani adalah Guru Besar Ilmu Politik di FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *