PP GPK Desak Presiden Segera Evaluasi Total Institusi Polri

Adrian Azhari Akbar saat bersama Presiden Prabowo 

EXPOSEMEDIA.ID, Jakarta – Peristiwa tragis yang dialami pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, Kamis, 28 Agustus 2025, malam tadi saat demo DPR sungguh sangat memprihatinkan dan mendapat respon Adrian Azhari Akbar Harahap, Wakil Ketua PP GPK membuka obrolan dengan awak media di Jakarta Pusat.

Selain memprihatinkan dan sangat menyesalkan peristiwa kemanusiaan tersebut, sebagai sesama ummat Muslim, Adrian mengucapkan turut berbelasungkawa dan semoga arwahnya diterima di sisi Alloh SWT.

Tokoh muda NU yang dikenal kerap berbicara lugas dan kritis ini memandang bahwa kejadian ini bisa menjadi titik awal mereformasi institusi Polri agar ke depannya dapat lebih humanis, demokratis dan jauh dari narasi-narasi refresif dan kekerasan.

“Gus Dur sebagai presiden yang melepaskan Polri dari TNI 18 Agustus 2000 lalu akan sangat kecewa kalau Polri yang embrionya dibidani beliau melihat di Polri masih melekat sifat militeristik-nya,” kata mantan Bendahara Umum IPNU penuh kecewa.

Berkaca dari peristiwa tragedi kemanusiaan yang menimpa Affan Ojol ini, Adrian meminta penuh harap agar Presiden Prabowo melakukan evaluasi total terhadap institusi Polri, tidak hanya aspek struktural maupun kulturalnya, namun juga aspek filosofisnya.

Khusus dari aspek filosofisnya, tokoh muda yang dikenal mudah bergaul pada semua lapisan ini melihat Polri harusnya benar-benar mengaktualisasikan peran dan fungsinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Saya khawatir _tagline_ fungsi pelindung, pengayom dan pelayan hanya sebagai jargon tanpa bisa terinternalisasi baik ke seluruh Personel Polri.” tanyanya lagi

Tentunya kesalahan anggota Polri menjadi Tanggung Jawab penuh pimpinan di Institusinya. Jika belum ada _political will _Presiden Prabowo untuk memperbaikinya, Adrian khawatir institusi Polri akan semakin menjauh dari masyarakat sebagai objek tupoksinya.

“Poinnya bahwa menyampaikan aspirasi tidak relevan diintimidasi yang berujung hilangnya hati nurani hingga mati. Apalagi sebagai sesama anak negeri,” pungkas Adrian

Kami PP GPK Berharap Presiden Membuka mata atas kejadian Tragis hilangnya Nyawa Rakyat Indonesia yang direnggut secara Paksa oleh oknum Brimob.

Lanjut Adrian menegaskan, Presiden Prabowo sebaiknya tidak menutup mata atas realitas musibah kemanusiaan yang menimpa Affan Ojol. Tujuannya Agar ‘pengorbanan Affan Ojol’ ini tidak sia-sia tanpa hadirnya perbaikan dan evaluasi total institusi Polri. (*/Redaksi)

Baca Juga:  Kerukunan Keluarga Kawanua Rekomendasikan Jan Samuel Maringka Bantu Presiden Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *