Aznil Tan Reformasi Jilid 2 akan Terjadi Paska Hasil Hitungan Cepat Capres

Aznil Tan

EXPOSEMEDIA, Jakarta – Tokoh Aktivis 98 Aznil Tan memprediksi Indonesia berpotensi terjadi instabilitas politik berkepanjangan atas kemenangan Prabowo-Gibran paska pengumuman hasil quick count (hitungan cepat) Capres dari berbagai lembaga survei.

“Saya terperangah melihat hasil quick count yang melaporkan kemenangan Prabowo-Gibran. Saya tiba-tiba menjadi cemas memikirkan nasib bangsa ini kedepan. Indonesia terancam terjadi instabilitas politik yang berkepanjangan. Penyelesaiannya sangat sulit dicari win-win solusinya,” katanya ke media, Jakarta (14/2/2024).

Aznil Tan menyebut penyebab terjadi instabilitas politik karena lemahnya pengakuan dari masyarakat menengah pada proses kemenangan Capres-cawapres Prabowo-Gibran.

Baca Juga:  Aznil Tan: Jokowi Temui Elon Musk untuk Bangun Ekonomi Bukan Mengemis

“Masyarakat menengah Indonesia, yaitu kaum intelektual, akademisi, praktisi hukum, budayawan, civil society dan pro demokrasi serta mahasiswa pasti tidak mengakui kemenangan Prabowo – Gibran. Sejak awal anak Jokowi, Gibran ikut pilpres telah menimbulkan protes keras. Apalagi pencawapresan dia menabrak konstitusi, dan sarat nepotis,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif Migrant Watch ini mengatakan bahwa isu politik dinasti dan nepotisme hanya dipahami oleh masyarakat menengah. Program bansos sembako efektif mendulang suara dari masyarakat bawah.

“Persoalan haramnya politik dinasti dan nepotisme serta pelanggaran konstitusi hanya dimengerti oleh masyarakat menengah. Penguasa tahu kelemahan masyarakat bawah, cukup siram bansos sembako dan kerahkan aparat lakukan operasi senyap. Cara itu ternyata efektif mendulang suara,” jelasnya.

Aktivis 98 yang pernah ditahan dalam sel Polda Metro Jaya pada pada masa awal pemerintahan BJ. Habibie ini mengatakan masyarakat kelas menengah akan melakukan gerakan Reformasi Jilid 2.

“Karena hukum dan etika sudah dikangkangi oleh penguasa Jokowi serta cacatnya pencalonan Prabowo-Gibran, mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat kelas menengah akan melakukan reformasi Jilid 2. People Power tidak bisa dielakkan lagi. Apalagi Prabowo adalah representatif bangkitnya Orde Baru,” pungkasnya. (*/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *