Kolaborasi Kemenag RI dan LP3 Citra Muda Insani Gelar Dialog Moderasi Beragama

Berlangsungnya Dialog Kebangsaan

EXPOSEMEDIA, Manado – Digelarnya dialog bertema Moderasi Beragama, Selasa, (19/4/2022) di Kota Manado berjalan sukses. Model edukasi melalui Dialog Kebangsaan dinilai sangat efektif meminimalisir dan mengantisipasi tumbuhnya tindakan intoleransi di masyarakat.

Sebagai pelaksana kegiatan adalah Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama Republik Indonesia (RI), melalui LP3 Citra Muda Insani Manado. Dialog Kebangsaan Moderasi dibuka secara resmi oleh Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama RI, Prof. DR. H.M. Adlin Sila, Ph.D.

“Terima kasih atas atensi semua pihak dalam Dialog Kebangsaan ini. Moderasi Beragama penting diketahui, dan diterapkan dalam rangka membangun bangsa secara spiritual dengan membentuk karakter pemeluk Agama yang penuh toleransi dan Kerukunan. Sasarannya ialah demi tercapainya keutuhan berbangsa dan bernegara, di Negara Kesatuan RI,” ujar Adlin Sila yang juga selaku Keynote Speece melalui Zoom dari Jakarta.

Baca Juga:  Solid, KNPI Siap Menangkan Ganjar Pranowo
Penyerahan Cinderamata

Tidak hanya itu, Admin Sila menekankan pula soal moderasi beragama bisa dijadikan acuan bagi kalangan muda dalam menyikapi perbedaan yang ada. Moderasi beragama adalah bagaimana masyarakat bisa tetap teguh dalam beragama dengan menghargai setiap perbedaan yang ada.

“Menolak sikap kekerasan, dan menghargai kearifan lokal serta patuh pada hukum negara. Itu diantaranya,” ujar Adlin Sila.

Kegiatan yang dilaksanakan di di kawasan bibir pantai, tepatnya di Caffe Warkop Kemang, Boulevard 2 Sindulang, Manado itu mendapat sambutan positif dari warga.

Foto bersama Narasumber, moderator dan penyelenggara

Prosesi Dialog diawali dengan Welcoming Speech dari Direktur LP3 Citra Muda Insani, Idham Zakaria, SE.,MM. Dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, Irwan Musa, SE.,M.Si.

Baca Juga:  Korban Framing "Bisnis PCR": "Dibunuh" Berkali Kali, tapi Tidak Mati

Dalam sambutannya, Idham Zakaria, SE.,MM, menyampaikan Maksud dan tujuan dari pelaksanaan Dialog dengan Tema: “Moderasi Beragama Perspektif, Islam, Kristen dan Yahudi di Kota Manado, sekaligus memberikan apresiasi kepada peserta dialog yang hadir sekitar 200an orang.

“Tentu kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Sahabat-sahabat semuanya. Terlebuh lara narasumber yang terhormat. Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan. Peserta yang kami undang, rata-rata dari kalangan Muda Milenial. Yang kita harapkan menjadi corong dan duta perdamaian di Manado, umumnya Sulawesi Utara. Selamat mengikuti dialog ini,” ujar Idham.

Penegasan juga disampaikan, Irwan Musa, dalam sambutannya mengeksplorasi kearifan lokal kota Manado; “Torang samua Basudara” dalam konteks Kerukunan dan Toleransi.

Narasumber ketika menerima cinderamata

Sementara itu, Narasumber yang dihadirkan mewakili 3 (tiga) Agama yaitu Agama Islam, DR. Arhanuddin Salim, M.P,dI (Ketua Lakpesdam NU Manado), Agama Kristen, DR. FB Artur Gerung, M.Th (Wakil Rektor 2 IAKN Manado), dan Yusra Al-Habsy, SE (Ketua PW GP Anshor Sulut) yang diwakili Ismail Maga, S.Hi, selaku Sekretaris. Agama Yahudi; Rabbi Yaakov Baruch (Pimpinan Synagoge Shaar HaShamayin, Minahasa). Dialog berjalan tertib, dan berkualitas.

Baca Juga:  Spontan, Kepala BP2MI Blak-blakan Soal Ancaman Sindikat di RDP

Untuk diketahui, yang bertindak sebagai moderator Almunawar Bin Rusli M,Pd (Dosen IAIN Manado). Sementara pesertanya terdiri dari perwakilan mahasiswa IAIN Manado, IAKN Manado, dan organisasi Kepemudaan yaitu Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU hadir juga organisasi pelajar IPNU dan IPPNU kota Manado. Dari sejumlah pertanyaan yang diajukan peserta. Dijawab satu persatu, dengan lugas para Narasumber. (*/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *