HomeKota Manado

Peresmian dan Halal bi Halal Koperasi Wakaf Umat Dapat Support PD Pasar Manado

Pembina Koperasi Wakaf Umat, Reiner saat sambutan (Foto Exposemedia)

EXPOSEMEDIA.ID, MANADO – Jumat (28/5/2012), Koperasi Wakaf Umat (KWU), resmi diresmikan. Peresmian yang dirangkaikan Halal bi Halal ini dilaksanakan di Pasar Bersehati Manado.

Koperasi yang berada dibawa komando penuh Yayasan Maasing Mandiri Sejahtera (YMMS), dipimpin Robby Sigar selaku Ketua.

Dalam sambutannya, Reiner Ointoe, selaku Pembina Koperasi Wakaf Umat menyampaikan bahwa kehadiran undangan serta support dari berbagai pihak. Kehadiran Koperasi tersebut, kata Reiner sebagai bentuk dari insiatif pedagang atas kerisauan terhadap kondisi perekonomian pedagang yang kian meredup lantaran dikuasai rentenir.

“Terima kasih, saya mewakili Koperasi Wakaf Umat menyampaikan kepada Pemprov Sulut, jajaran Direksi PD Pasar Manado, juga pemberi ceramah Halal bi Halal, Wakil Ketua Komite I DPD RI, Hi. Djafar Alkatiri, serta para tokoh pedagang. Tentu kehadiran Bapak, Ibu sekalian menambah semangan Koperasi Wakaf Umat untuk melahirkan kemandirian ekonomi. Latar belakang terlahirnya koperasi ini didorong atas kesadaran pedagang untuk membangun kemandirian ekonomi,” ujar Reiner yang juga Fiksiwan ini.

DirOps Irving, menyampaikan sambutan (Foto Exposemedia)

Pedagang pasar, tambahnya lagi, harus mampu mengelola modal berusaha, dan terus berkembang. Bukan dikendalikan rentenir yang begitu memberatkan kehidupan pedagang, jika berurusan dengan mereka.

Baca Juga:  Tetap Khusyuk, Ustadz Mario Khotib dan Imami Sholat Ied #DirumahAja

Reiner menyebut, dengan kehadiran rentenir dapat mengancam dan mereduksi ekspansi ekonomi pedagang kecil atau pedagang tradisional di Kota Manado. Sehingga demikian, Koperasi Wakaf Umat berpotensi melawan adanya praktek rentenir.

Selanjutnya, Irving Kurniawan Biki, DirOps PD Pasar Manado menyampaikan bahwa pasar aman dan menyenangkan pedagang merupakan visi misi yang akan mereka wujudkan. Selain itu, dengan komitmen dan disiplin yang tinggi, Irving optimis Direksi PD Pasar Manado akan menjadi lokomitif perubahan disemua pasar tradisional di Kota Manado.

Senator Djafar Alkatiri menandatangani prasasti, berta KWU resmi beroperasi (Foto Exposemedia)

“PD Pasar Manado memberi support dan apresiasi atas lahirnya Koperasi Wakaf Umat ini. Dimana PD Pasar Manado kali ini mengusung revolusi mental menuju PD Pasar hebat. Semangatnya selaras dengan usaha yang didorong dan dibangun Koperasi Wakaf Umat. Artinya, PD Pasar Manado akan melakukan perubahan, perbaikan dan mohon dukungan semua pihak. Kami Direksi PD Pasar Manado berkomitmen memajukan pelayanan di PD Pasar Manado secara profesional, banyak hal yang akan kita benahi,” kata Irwin Biki.

Baca Juga:  Kasur dan Terpal Mulai Disalurkan untuk Warga Terdampak Bencana Alam

Jebolan kampus Universitas Sam Ratulangi Manado ini menegaskan bahwa PD Pasar Manado harus bergerak pada jalur yang benar. Irving mengaku siap menindak tegas praktek Pungli di tubuh PD Pasar Manado bila ditemukan.

“Komitmen kami jelas, ketika ada petugas yang nakal. Lakukan pungutan liar, atau bekerja diluar aturan, silahkan laporkan ke saya dengan data yang jelas dan akurat, saya akan siap menindak. Kabar gembira juga perlu kami sampaikan, dimana telah ada inovasi program. Dimana PD Pasar Manado akan menerapkan penagihan dengan sistem digitalisasi. Ayo kita bangun pasar secara bersama,” ucap Irving.

Baca Juga:  Merawat Silaturahmi, AMS Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi

Selain itu, dukungan terhadap Koperasi Wakaf Umat juga datang dari Pemprov Sulut, seperti yang disampaikan Kadis Koperasi dan UMKM, Ronald Sorongan. Begitu pula support datang dari Senator Djafar Alkatiri.

Sekedar diketahui, yang hadir dalam acara tersebut adalah Koperasi pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, diwakili Ronald Sorongan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM. Hadir pula Wakil Ketua Komite I, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hi. Djafar Alkatiri, Direktur Operasional (DirOps) PD Pasar Manado, Irving Kurniawan Biki, kemudian Nurrasyid Abdurahman, serta tokoh pedagang lainnya. (*/Amas)

COMMENTS